Bulgaria dikejutkan dengan terjadinya percobaan pembunuhan terhadap ketua Partai Movement for Rights and Freedoms. Sebelumnya Ketua MRF Ahmed Dogan ditodong dengan pistol gas saat berpidato di Konfensi MRF, beruntung pistol tersebut tidak berfungsi seperti kemauannya, sehingga terselamatkannya nyawa Ketua partai MRF itu , Ahmad Dogan. (klik Vidieo untuk menyaksikan)
Cari Yang Lain :
21 January 2013
Vidieo : Percobaan Pembunuhan Ketua Partai Movement for Rights and Freedoms di Bulgaria
Bulgaria dikejutkan dengan terjadinya percobaan pembunuhan terhadap ketua Partai Movement for Rights and Freedoms. Sebelumnya Ketua MRF Ahmed Dogan ditodong dengan pistol gas saat berpidato di Konfensi MRF, beruntung pistol tersebut tidak berfungsi seperti kemauannya, sehingga terselamatkannya nyawa Ketua partai MRF itu , Ahmad Dogan. (klik Vidieo untuk menyaksikan)
17 December 2012
Pendapat Ambigu Menghakimi Aceng
(17/12/2012)
Siapa yang tak tahu Aceng?
Asal sering lihat berita di TV atau media massa saja pasti kita tahu siapa Aceng, Ya, Aceng adalah bupati
Garut yang karena Nikah sirih dengan Gadis bernama Fani Oktora, wanita muda 18
tahun yang diceraikan 4 hari setelah menikah siri dengannya. Dari penceraian
singkat dengan istri mudanya itu seolah Aceng sebagai orang yang tak beretika,
sehingga dianggap layak untuk diberhetikan secara tak terhormat. Tapi justru etiskah
kita menghakimi Aceng dengan mestigma
negatif karena penceraiannya tersebut? apakah kita berfikir bahwa:
1.
Aceng Nikah Siri, Tidak Etis?
Aceng
tidak etis karena sebagai gubenur melakukan nikah siri, benarkan yang demikian
itu tidak etis? Atas dasar apa? inilah keambiguan pertama, sebab jika dipahami
secara mendasar bahwa penikahan adalah pemasalahan prdata sedangkan masalah
pemerintahan (bupati) adalah masalah ketatanegaraan. Sehingga tidak dapat dikait-kaitkan secara berlebihan,
apalagi dalam keyakinan agama keduabelah pihak pernikahan siri tersebut tidak
dipermasalahkaan dan konon dilakukan sesuai prosedur yang ada.
11 November 2012
Modifikasi Politik Kancil Pilek ala Dahlan Iskan
Istilah "kancil pilek" ini penulis dapat dari salah satu buku karangan Prof. Mhafud Md, "Konstitusi dan Hukum dalam kontraversi isu" , disalah satu tema buku tersebut membahas masalah "kancil Pilek", ketika melihat daftar isi judul itu yang membuat saya tertarik , dan langsung meluncur untuk membaca topik itu, dan memang menarik.
Al kisah, dihutan rimba yang dikuasi Singa penguasa busuk (baunya pesing menyengat), sehingga kebusukan itu menjadi perbincangan oleh binatang-binatang di hutan rimba itu, Ngosip rakyat tersebut terdengar sampai diteliga pengusa, yang dari itu penguasa memutuskan untuk memanggil tiga kepala suku binantang (Ajing, Kijang dan Kancil) untuk di introgasi di suatu tempat.
sampailah pada saat introgasi tersebut,
Sang penguasa singa brtanya kepada Helder "apa kah benar bau ku busuk" . sambil mengendus-endus sang helder berkata " benar yang mulia, bau anda sangat lah busuk ", sontak sang Singa Marah dan menerkam Helder, "kurang ajar, berani-berani benar kau menghina penguasamu ini" seketika itu pula Helder mampus di cabik-cabiknya.
berikutnya, singa sang raja rimba memangil kijang dengan pertanyaan yang sama, kijang pucat takut bukan kepalang karena merasa bakal senasib seperti Helder " Tidak yang mulia, Yang mulia begitu harum mewangi" sambil menahan bau busuk, sontak singa penguasa rimbah Marah " dasar munafik" seketika itu kijang di cincang-cincang hingga mapus juga.
Label:
Dahlan ISkan,
Dpr,
Korupsi,
Pengasa Busuk,
Politik Kancil Pilek,
Rakyat,
Rimba,
Suap
09 October 2012
Penangkapan KOMPOL Novel Baswedan Menjadi Senjata Makan Tuan POLRI
- http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/10/Kompol-Novel-Baswedan-fb-jpeg.image_.jpg
Upaya mengerebekan yang dilakukan polisi ke gedung KPK untuk menangkap seorang penyidik KPK , Novel Baswedan, berbuntut panjang,! bagaimana tidak? pada 2004 Novel dituduh melakukan penganiayaan di Bengkulu, sehingga polisi merasa berhak untuk menegakan keadilan, momentum itu terjadi mana kala pengacara korban melapor untuk meminta keadilan (Baca), dari berita yang simpang siur bahakan belum Uji Balistik Proyektil itu seolah sudah dapat dipastikan bahwa Novel sebagai tersangkanya, sehinngga polisi merasa memiliki jastifikasi atas penangkapan Novel kesimpangsiuran itu semakin parah ketika ada berita yang mengatakan bahwa Novel yang ketika itu menjadi Kasat Reskrim bertanggung jawab atas komando bukan pelaku sedangkan penembakan dilakukan anak buahnya, Novel hanya melakukan responsibility alias pertanggungjawaban, entah itu ada pidananya atau tidak? yang jelas dikatakan juga bahwa permasalahan itu telah diselesaikan (Baca), sehingga membuka kembali permasalahan yang sudah selesai nampak sebagai upaya kriminalisasi.
Label:
Equality,
KompolNovel Baswedan,
KPK,
Penyidik,
Polisi,
POLRI,
POLRI vs KPK
02 October 2012
Pak Presiden JANGAN Pedulikan KPK !
Pak Presiden jangan pedulikan KPK, sebab kepedulian anda terhadap KPK sama dengan intervensi yang hal itu sangat membahayakan kesetabilan ”rekor korupsi” di negara tercinta ini, dan intervensi dalam hal inisunguh tidak nyaman dan tidak enak , keputusan tidak intervensi sangatlah tepat dan memang begitu nyaman.
Pak Presiden jangan pedulikan KPK sebab kepedulian anda akan membuat KPK semakin kuat dan tangguh dalam memberantas korupsi, itu sangat menghawatirkan, sehingga menurut hemat saya kewenangan KPK itu memang perlu dipangkas, oleh sebab itu sebagai rakyat saya sangat sepakat dengan ide Dewan Perwaiklan Rakyat untuk merevisi Undang-Undang KPK, itu sangat perlu…bahkan wajib !!
Pak Presiden jangan pedulikan KPK sebab kepedulian anda terhadap KPK tidak ada gunannya selain hanya membuat banyak musuh.
Sekian surat terbuka dari saya (rakyat), dan jangan pedulikan jika ada salah kata, terima kasih telah membacanya…
Subscribe to:
Posts (Atom)