Cari Yang Lain :

17 December 2012

Pendapat Ambigu Menghakimi Aceng

------------------- SHARE --------------------
-------------------------------------------------

(17/12/2012)

Siapa yang tak tahu Aceng? Asal sering lihat berita di TV atau media massa saja pasti kita  tahu siapa Aceng, Ya, Aceng adalah bupati Garut yang karena Nikah sirih dengan Gadis bernama Fani Oktora, wanita muda 18 tahun yang diceraikan 4 hari setelah menikah siri dengannya. Dari penceraian singkat dengan istri mudanya itu seolah Aceng sebagai orang yang tak beretika, sehingga dianggap layak untuk diberhetikan secara tak terhormat. Tapi justru etiskah kita menghakimi Aceng  dengan mestigma negatif karena penceraiannya tersebut?  apakah kita berfikir bahwa:

1.      Aceng  Nikah Siri, Tidak Etis?
Aceng tidak etis karena sebagai gubenur melakukan nikah siri, benarkan yang demikian itu tidak etis? Atas dasar apa? inilah keambiguan pertama, sebab jika dipahami secara mendasar bahwa penikahan adalah pemasalahan prdata sedangkan masalah pemerintahan (bupati) adalah masalah ketatanegaraan. Sehingga  tidak dapat dikait-kaitkan secara berlebihan, apalagi dalam keyakinan agama keduabelah pihak pernikahan siri tersebut tidak dipermasalahkaan dan konon dilakukan sesuai prosedur yang ada.

11 November 2012

Modifikasi Politik Kancil Pilek ala Dahlan Iskan

------------------- SHARE --------------------
-------------------------------------------------

Istilah "kancil pilek" ini  penulis dapat dari salah satu buku karangan Prof. Mhafud Md, "Konstitusi dan Hukum dalam kontraversi isu" , disalah satu tema buku tersebut  membahas masalah "kancil Pilek", ketika melihat daftar isi   judul itu yang membuat saya tertarik , dan langsung meluncur untuk membaca topik itu, dan memang menarik.

Al kisah, dihutan rimba yang dikuasi Singa penguasa busuk (baunya pesing  menyengat), sehingga  kebusukan itu menjadi  perbincangan oleh binatang-binatang di hutan rimba itu,  Ngosip rakyat tersebut  terdengar sampai  diteliga pengusa,  yang  dari itu penguasa memutuskan untuk memanggil tiga kepala suku  binantang (Ajing, Kijang dan Kancil) untuk di introgasi di suatu tempat.

sampailah pada saat introgasi tersebut,
Sang penguasa singa  brtanya kepada Helder  "apa kah benar bau ku busuk" . sambil mengendus-endus sang helder berkata " benar yang mulia, bau anda sangat lah busuk ", sontak sang Singa Marah dan menerkam Helder, "kurang ajar, berani-berani benar kau menghina penguasamu ini" seketika itu pula Helder mampus di cabik-cabiknya.

berikutnya, singa  sang raja rimba memangil kijang dengan pertanyaan yang sama,  kijang  pucat takut bukan kepalang karena merasa bakal senasib seperti Helder " Tidak yang mulia, Yang mulia begitu harum mewangi" sambil menahan bau busuk, sontak singa  penguasa rimbah Marah " dasar munafik" seketika itu kijang  di cincang-cincang hingga mapus juga.

09 October 2012

Penangkapan KOMPOL Novel Baswedan Menjadi Senjata Makan Tuan POLRI

------------------- SHARE --------------------
-------------------------------------------------

http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/10/Kompol-Novel-Baswedan-fb-jpeg.image_.jpg
http://salam-online.com/site/wp-content/uploads/2012/10/Kompol-Novel-Baswedan-fb-jpeg.image_.jpg

Upaya mengerebekan  yang dilakukan polisi ke  gedung KPK untuk menangkap seorang penyidik KPK , Novel Baswedan, berbuntut panjang,! bagaimana tidak?  pada 2004 Novel dituduh melakukan penganiayaan di Bengkulu, sehingga polisi merasa berhak untuk menegakan keadilan, momentum itu terjadi mana kala pengacara korban melapor untuk meminta keadilan (Baca), dari berita yang simpang siur bahakan belum Uji Balistik Proyektil itu seolah sudah dapat dipastikan bahwa  Novel sebagai tersangkanya, sehinngga  polisi merasa memiliki jastifikasi atas penangkapan Novel  kesimpangsiuran itu  semakin parah ketika ada berita yang mengatakan bahwa Novel yang ketika itu menjadi  Kasat Reskrim bertanggung jawab atas komando bukan pelaku sedangkan penembakan dilakukan anak buahnya, Novel hanya melakukan responsibility alias pertanggungjawaban, entah itu ada pidananya atau tidak? yang jelas dikatakan juga bahwa permasalahan itu telah diselesaikan (Baca), sehingga membuka kembali permasalahan yang sudah selesai nampak sebagai upaya kriminalisasi.

02 October 2012

Pak Presiden JANGAN Pedulikan KPK !

------------------- SHARE --------------------
-------------------------------------------------

Pak Presiden jangan pedulikan KPK, sebab kepedulian anda  terhadap KPK sama dengan intervensi yang hal itu sangat membahayakan kesetabilan  ”rekor korupsi” di negara tercinta ini, dan intervensi dalam hal inisunguh tidak nyaman  dan tidak enak , keputusan tidak intervensi sangatlah tepat dan memang begitu nyaman.
Pak Presiden jangan pedulikan KPK sebab kepedulian anda akan membuat KPK semakin kuat dan tangguh dalam memberantas korupsi, itu sangat menghawatirkan, sehingga menurut hemat saya kewenangan KPK  itu memang perlu dipangkas,  oleh sebab itu sebagai  rakyat saya  sangat sepakat dengan ide Dewan Perwaiklan Rakyat untuk merevisi Undang-Undang KPK,  itu sangat perlu…bahkan wajib !!
Pak Presiden jangan pedulikan KPK sebab kepedulian anda terhadap KPK tidak ada gunannya selain hanya membuat banyak musuh.
Sekian surat terbuka dari saya (rakyat), dan  jangan pedulikan jika ada salah kata, terima kasih telah membacanya…

21 September 2012

Sisi Lain Perjuangan Hidup Mafia "The Godfather"

------------------- SHARE --------------------
-------------------------------------------------

I believe in America. America has made my fortune. And I raised my daughter in the American fashion. I gave her freedom, but... “- Bonasera -

itu lah kata yang pertama kita dengar ketika melihat film fenomenal The Godfather part 1, kata-kata itu muncul ketika Bonasera meminta bantuan kepada Godfather Don Vito Corlione untuk meminta tolong agar membalaskan dendam pada pemuda-pemuda yang telah menyakiti anaknya, Bonasera merasa  hukum di Amerika begitu tidak adil karena pengadilan  hanya memberi hukuman percobaan(kurungan beberapa hari) kepada pemuda-pemuda yang melakukan kekerasan terhadap anaknya itu, keputusan pengadilan itu tak bisa diterimanya, sehingga Bonasera memilih untuk meminta keadilan vesinya  pada Godfather, kedatangan Bonasera itu tepat pada pernikahan anak perempuan Godfather, Conny.

http://www.4androidapps.net/data/programs/images/jmnmw.u.cs_programView_77823.png
http://www.4androidapps.net/data/programs/images/jmnmw.u.cs_programView_77823.png
Don Vito Corleone pun  merespone dengan tenang  kunjungan Bonasera kerumahnya untuk  suatu permohonan itu,  Godfather hanya mempertanyakan kenapa sejauh ini sebagai warga Italy-Amerika Bonasera tidak pernah bersilaturohmi kepadanya, bahkan godfather marah ketika Bonasera menjanjikan beberapa jumlah uang untuk permohonannya tersebut .”Anda tidak meminta dengan hormat. Anda datang tidak menawarkan persahabatan. Anda bahkan tidak berpikir untuk memanggil saya Godfather. Sebaliknya, Anda datang ke rumah saya pada hari putri saya akan  menikah, dan Anda … meminta saya untuk melakukan pembunuhan, untuk uang” “Bonasera … Bonasera … Apa yang  pernah saya lakukan sehingga  membuat Anda memperlakukan saya begitu tidak hormat? jika Anda datang ke saya dalam persahabatan, maka sampah yang merusak putri Anda akan menderita hari ini. Dan itu secara kebetulan jika orang yang jujur ​​seperti anda harus membuat musuh, maka mereka akan menjadi musuhku. Dan kemudian mereka akan takut ” kata Godfather Vito Corleone (dialek Italia) dengan suara serak khasnya  .  kurang lebih seperti itu dialog awal film  Godfather part 1 yang menurut saya  dialog itu  melambangkan  keseluruhan karakter Godfather Don Vito Corlione sebagai Mafia.

-

Related Posts with Thumbnails